7 Langkah Perawatan Wajah yang Sebenarnya
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Senin, 7 Apr 2025
- visibility 73
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu mikir…
Kenapa orang bisa sedisiplin itu dalam urusan skincare?
Bangun pagi cuci muka, toner-an, serum, moisturizer, sunscreen. Malemnya double cleansing, maskeran, treatment lagi. Dan semua itu dilakuin rutin… tiap hari.
Kayak, wow. Dedikasi macam apa itu?
Apa dia pengen kulitnya glowing biar bisa dapet banyak likes di Instagram?
Atau biar dibilang awet muda, kinclong, anti kusam?
Bisa jadi. Tapi… bisa juga gak sesimpel itu.
Karena kadang… perawatan wajah bukan cuma soal kulit. Tapi soal rasa.
Soal caranya seseorang menunjukkan kalau dia peduli—bukan cuma ke penampilan, tapi ke dirinya sendiri.
Dan kalau kita jujur…
7 langkah perawatan wajah itu sebenernya adalah 7 cara seseorang bilang ke dirinya sendiri:
“Aku berharga. Aku layak dirawat.”
Jadi yuk… kita bahas satu-satu, tapi dari sudut yang mungkin jarang dibicarakan.
Langkah 1: Cleansing – Mencuci Muka, Meninggalkan Beban
Banyak yang mikir cuci muka itu soal angkat kotoran, minyak, makeup. Tapi pernah gak kamu mikir… kalau mencuci muka itu juga cara kita me-reset hari?
Bayangin kamu pulang kerja, capek, stres, muka lengket karena debu jalanan dan polusi.
Terus kamu buka kran air, sabunin wajah, dan bilas pelan-pelan.
Rasanya tuh bukan cuma bersih. Tapi juga kayak…
“Nafas lagi yuk. Kita udah sampai sejauh ini hari ini.”
Langkah 2: Toner – Menyegarkan, Menenangkan
Toner bukan cuma untuk balance pH kulit. Tapi juga momen jeda.
Habis cuci muka, sebelum lanjut ke langkah berikutnya—kita sempetin sebentar buat tepuk-tepuk toner ke wajah.
Itu bukan cuma rutinitas. Tapi kayak bilang ke diri sendiri:
“Tenang, gak semua harus buru-buru. Ada ruang buat berhenti sebentar.”
Langkah 3: Serum – Nutrisi yang Dipilih dengan Hati-hati
Serum itu kecil, mahal, tapi powerful. Dan gak semua orang pakai serum yang sama.
Ada yang buat jerawat, ada yang untuk flek, ada yang biar cerah.
Dan itu artinya… setiap orang kenal dirinya. Tahu masalah kulitnya. Tahu apa yang dia butuhin.
Serum itu kayak reminder:
“Aku gak akan mengabaikan apa yang bikin aku gak nyaman. Aku akan rawat, aku akan sembuhin.”

Langkah 4: Moisturizer – Mengunci, Melindungi
Pernah ngerasa kering banget sampe kulit ketarik?
Itu rasanya gak enak. Sama kayak hati yang gak dikasih perhatian.
Moisturizer tuh kayak pelukan.
Dia gak nyembuhin, gak menyelesaikan masalah. Tapi dia jaga. Dia pastiin semuanya tetap stabil, tetap terhidrasi.
Dan kadang… itu cukup.
Langkah 5: Sunscreen – Perlindungan yang Gak Terlihat
Gak semua orang sadar pentingnya sunscreen.
Padahal dia ini pahlawan diam. Gak bikin kulit keliatan beda secara instan, tapi efeknya kerasa di tahun-tahun ke depan.
Sunscreen itu kayak keputusan bijak yang kita ambil hari ini demi masa depan kita yang belum tahu akan seperti apa.
Kayak bilang ke diri sendiri:
“Aku sayang kamu, bahkan di versi kamu yang belum terjadi.”
Langkah 6: Eksfoliasi – Membuang yang Sudah Gak Dibutuhkan
Kadang kita harus melepaskan.
Sel-sel kulit mati, pori-pori tersumbat, semua itu harus dirontokin. Supaya kulit bisa napas, bisa regenerasi.
Sama kayak hidup.
Ada hal-hal yang harus kita relakan. Kebiasaan buruk, luka lama, orang yang udah gak relevan.
Eksfoliasi itu bukan kekejaman. Itu bentuk keberanian.
Buat ninggalin yang lama… demi ruang untuk yang baru.
Langkah 7: Masker – Saatnya Dimanja
Maskeran tuh kayak weekend.
Setelah rutinitas panjang, ada waktu buat dimanja. Buat diem, rebahan, kasih waktu buat kulit menyerap semua kebaikan.
Dan saat masker itu nempel di wajah… kita sadar, ternyata merawat diri itu gak harus ribet.
Cukup niat.
Cukup meluangkan waktu.
Cukup percaya… kalau kita layak dapet semua ini.
Kadang orang bilang, “Ah, skincare-an mulu. Bucin sama skincare.”
Tapi siapa tahu, itu bukan bucin.
Itu justru cara seseorang menunjukkan cinta yang paling setia—ke dirinya sendiri.
Karena kita gak pernah tahu kan…
Mungkin dulu dia tumbuh dengan banyak rasa insecure.
Mungkin dia pernah ngerasa dirinya gak cukup.
Dan sekarang, saat dia mulai ngerti cara menyayangi diri sendiri… dia tunjukin lewat skincare routine.
Jadi sebelum kita mikir, “ih ribet amat sih 7 langkah segala,”
mungkin kita bisa tanya ke diri sendiri:
“Udah segitunya belum sih gue sayang sama diri gue sendiri?”
Karena kulit itu bukan cuma permukaan.
Dia saksi hidup. Dia nyimpan cerita.
Dan setiap langkah perawatan wajah…
bisa jadi adalah doa yang dipijat pelan-pelan ke pipi.
Bukan demi orang lain. Tapi demi diri sendiri.
Yang akhirnya, jadi versi terbaiknya—dari luar dan dalam.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar